Beranda Berita Polres Sosialisasi Saber Pungli, Waka Polres MTB Gencar Keluar Masuk Desa

Sosialisasi Saber Pungli, Waka Polres MTB Gencar Keluar Masuk Desa

392
0
BAGIKAN

Tribratanews.polrestanimbar.com – Pencegahan pungutan liar (pungli) terus gencar dilakukan di lingkungan Polres Maluku Tenggara Barat, didasarkan pada Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar.Waka Polres Maluku Tenggara Barat sambangi desa Wowonda.Minggu (03/06/2018).

Waka Polres Maluku Tenggara Barat Kompol Lodevicus Tethool,SH.,M.H., selaku Ketua UPP Sapu Bersih (Saber) Pungli Kabupaten Maluku Tenggara Barat gencar untuk mensosialisasikan Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar.Kali ini dengan menyambangi masyarakat Desa Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Selanjutnya, Waka Polres menyebutkan bahwa dari segi spiritual, pungli bisa saja terjadi karena minimnya pemahaman agama yang dimiliki. Ditambah Attitude (perilaku), skill (keahlian), knowledge (pengetahuan), yang kurang mendukung pekerjaan, serta pola hidup konsumtif, hedonis, juga kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat.

“Maka hal yang harus dilakukan adalah¬† membangun karakter masyarakat yang baik, yang dapat dibangun dari sisi spiritual juga sosial,” kata Waka Polres pada kegiatan Sosialisasi Satgas Saber Pungli, dihadapan umat jemaat stasi Wowonda.

“Yang dihindari, berawal dari pungutan liar yang berskala kecil, akhirnya mengakar dan menimbulkan dampak yang besar. Pungutan-pungutan yang tidak sesuai aturan, jangan sampai jadi akar budaya, khususnya di instansi pelayanan publik, sehingga aparatur kehilangan jati dirinya sebagai pelayanan masyarakat,” Imbaunya.

“Pekerjaan yang kita jalani sekarang adalah amanah yang kuasa, kita jangan menghianati amanah Allah¬† tersebut,” kata Waka Polres.

Ketua UPP Satgas Saber Pungli Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kompol Lodevicus Tethool mengungkapkan terdapat tiga bentuk reformasi hukum terkait Saber Pungli ini. Pertama, yakni penataan regulasi, supaya masyarakat bisa menjalankan roda kehidupannya dengan aman dan tentram.

“Kalau regulasi menyulitkan, tidak bisa mendukung program pembangunan masyarakat yang berkeadilan,” katanya.

Kedua, pembenahan lembaga dan aparat sebagai langkah penegakan hukum. Menurut Waka Polres, Saber Pungli bergerak secara lintas instansi. Ia mengaku, pihaknya telah giat mensosialisasikan Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar.

“Kita (Saber Pungli) merupakan sinergi dari berbagai instansi, kepolisian, kejaksaan, inspektorat, TNI,” ungkap Waka Polres.

Kemudian, yang penting bagi masyarakat adalah pembangunan budaya hukum. Mengubah mindset masyarakat yang berfikiran ‘biasanya’ menjadi ‘seharusnya’, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Waka Polres menyebutkan, upaya Sapu bersih pungutan liar, selain oleh aparat, juga memerlukan peran aktif masyarakat. Bila menemukan praktik pungli, masyarakat bisa melaporkan langsung kepada nomor yang telah ada atau bisa secara langsung kepada saya selaku Ketua UPP Saber Pungli Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Dilain hal, Waka Polres juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu patuh terhadap setiap peraturan yang berlaku, tidak main hakim sendiri dalam menangani suatu tindakan pidana, cermati setiap penyelesaian permasalahan baik secara hukum adat sehingga tidak menimbulkan tekanan batin maupun permasalahan yang terjadi dikemudian hari.

Pelaksanaan sosialisasi Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar pada umat jemaat stasi Wowonda berjalan baik, aman dan lancar.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.