Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Jajaran Polres Kepulauan Tanimbar mengikuti jalannya kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 secara virtual yang terhubung langsung dengan Mabes Polri. Kegiatan ini dipusatkan di Lahan Perkebunan binaan Polri milik Bapak QWIRINUS LUTURMELE pada, Kamis (08/01/26).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kabiarat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kepulauan Tanimbar Kompol WILHEMUS B. MINANLARAT, S.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres, para Perwira Staf dan Personel, serta turut hadir Kepala Desa Kabiarat NIKODEMIS NUSATJASI.
Rangkaian acara pada zoom meeting diawali dengan tarian pembukaan khas Daerah, dilanjutkan dengan mendengarkan laporan pelaksanaan oleh ASSDM Polri serta dialog interaktif antara Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR-RI beserta para Kapolda jajaran terkait progres Swasembada Pangan Nasional.
Meskipun tergabung dalam agenda Nasional, dilaporkan bahwa untuk lokasi lahan binaan di Desa Kabiarat pada kuartal I (pertama) Tahun 2026 ini mengalami gagal panen. Berdasarkan evaluasi di lapangan, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi hasil produksi di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Faktor pertama yaitu faktor cuaca, yang mana proses penanaman yang dimulai sejak 8 Oktober 2025 bertepatan dengan musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kepulauan Tanimbar, sehingga menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman jagung.
Selanjutnya faktor Keterbatasan Infrastruktur, yang mana perlu dijelaskan bahwa belum tersedianya sumber air atau sistem irigasi yang memadai di lokasi lahan kebun, sehingga kebutuhan air tanaman tidak tercukupi selama masa kekeringan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Kompol WILHEMUS B. MINANLARAT, S.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa hasil ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Polres Kepulauan Tanimbar untuk pola tanam pada kuartal berikutnya.
“Meskipun begitu, Kami tetap berkomitmen untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan merencanakan perbaikan sistem pengairan dan penyesuaian waktu tanam agar target Swasembada Pangan 2026 bisa tercapai” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan aman dan lancar ini kemudian ditutup dengan koordinasi antara Polres Kepulauan Tanimbar bersama Pemerintah Desa setempat untuk mencari solusi jangka panjang terkait pengadaan sarana irigasi bagi kelompok tani binaan.












