POLDA MALUKU – Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan Bhayangkari di wilayah kepulauan Maluku. Ketua Umum Bhayangkari sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari, *Ny. Juliati Sigit Prabowo*, meresmikan sarana air bersih dan sanitasi berupa *1 unit sumur bor dan 3 pintu fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK)* di Dusun Talaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (28/8/2026).
Fasilitas tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi *sekitar 250 jiwa masyarakat* di wilayah tersebut.
Peresmian sarana air bersih dan sanitasi ini menjadi bagian dari rangkaian program *“Bhayangkari Peduli”* dalam momentum Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.
Sebelumnya, Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan tiba di Kota Ambon setelah melaksanakan rangkaian Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Setibanya di Ambon, rombongan langsung meninjau pelaksanaan operasi katarak dan bibir sumbing di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Ambon, kemudian melanjutkan rangkaian Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary Polda Maluku.
Selanjutnya, Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan bergerak menuju Dusun Talaga Kodok untuk melihat langsung sekaligus meresmikan fasilitas air bersih dan sanitasi yang telah disiapkan bagi masyarakat.
Kehadiran satu unit sumur bor diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, pembangunan tiga pintu fasilitas MCK diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan serta mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air bersih dan fasilitas sanitasi, keberadaan sarana tersebut bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan dan kualitas kehidupan sehari-hari.
Kapolda Maluku *Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.*, mengatakan penyediaan air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar dan menyangkut langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, kehadiran sumur bor dan fasilitas MCK ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi sekitar 250 warga yang akan menggunakannya,” ujar Kapolda Maluku.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut memiliki nilai penting karena manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang kita harapkan bukan hanya fasilitas ini selesai dibangun, tetapi benar-benar digunakan, dirawat dan dijaga bersama oleh masyarakat. Dengan demikian manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.
Kapolda menambahkan, pembangunan sarana dasar seperti air bersih dan sanitasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki akses air bersih dan sanitasi yang lebih baik, maka kita juga ikut mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat. Ini merupakan bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Kabidhumas Polda Maluku *Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K* mengatakan, pembangunan sumur bor dan MCK memiliki karakter berbeda dengan bantuan sosial yang bersifat konsumtif karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bantuan air bersih dan MCK ini merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya tidak berhenti pada hari ini. Fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung sanitasi lingkungan,” ujar Rositah.
Ia mengatakan, perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian dari semangat pelayanan yang humanis.
“Bhayangkari hadir bukan hanya memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun fasilitas yang dapat menjadi solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Inilah yang membuat program Bhayangkari Peduli memiliki dimensi sosial yang kuat,” katanya.
Menurut Rositah, pembangunan fasilitas air bersih juga sejalan dengan semangat kebersamaan masyarakat Maluku.
“Semangat orang basudara menjadi kekuatan dalam menjaga dan merawat apa yang sudah dibangun. Kami berharap masyarakat bersama pemerintah setempat dapat menjaga fasilitas ini agar manfaatnya terus dirasakan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi memiliki arti strategis bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Kondisi geografis Maluku yang terdiri atas pulau-pulau membuat pemenuhan kebutuhan dasar membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.
Karena itu, pembangunan sumur bor dan MCK di Talaga Kodok tidak hanya dipandang sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar.
Dengan penerima manfaat sekitar *250 jiwa*, fasilitas tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Umum Bhayangkari bersama jajaran terkait.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa semangat *“Bhayangkari Peduli”* diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dari Talaga Kodok, kepedulian itu diwujudkan melalui sesuatu yang sederhana namun fundamental: *air bersih untuk kehidupan, sanitasi untuk kesehatan, dan fasilitas yang dapat diwariskan manfaatnya kepada masyarakat.*

