Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, Bertempat di Desa Latdalam telah terjadi kesalahpahaman sehingga terjadi Pengrusakan Tatanaman dan Pengancaman terhadap Lorens Luturmas yg mana sudara Lorens pergi ke kebun miliknya dan menemukan Pidens Refualu sedang melakukan pengrusakan terhadap tanaman umur panjang (kelapa 3 pohon) dan tanaman umur pendek (kasbi 10 pohon) karena menurut Lorens, tanaman tersebut sudah masuk di area petuanan milik Pidens. Karena melihat Lorens yang sementara melakukan aktifitas pada area petuanannya, tiba-tiba Pidens emosi dan langsung mengangkat parang lalu mengarahkan ke hadapan Lorens sambil megatakan “jangan rakus nanti beta potong ose” sehingga membuat Lorens pada saat itu panik dan takut kemudian pergi meninggalkan lokasi. (15/12).
Setelah kejadian tersebut Lorens Luturmas tidak terima baik dan melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas guna memediasi keduanya dikarenakan keduanya masih memiliki hubungan keluarga sebagai ipar.
Atas permintaan pihak pelapor/Lorens Luturmas sehingga Bhabinkamtibmas Desa Latdalam Briptu Dennis Junior Lawery menghubungi pihak terlapor/Pidens Refualu kemudian memediasi kedua belapihak di kantor Desa Latdalam.
Setelah menerima pengaduan dari pelapor, Briptu Dennis berkoordinasi dengan Pemdes Latdalam untuk sama – sama memediasi masalah tersebut dan memanggil terlapor dalam hal ini Pidens Refualu kemudian memediasi kedua belapihak di Kantor Desa Latdalam Kec. Tanimbar Selatan.
Dari hasil mediasi terhadap kedua belapihak, Pidens Refualu mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Lorens Luturmas karena kedua belapihak masi memiliki hubungan keluarga yg sangat dekat.
“Saya bersedia memaafkan Saudara Pidens Refualu dengan ketentuan ia harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya lagi, kemudian saya memohon kepada Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa agar mengecek lokasi dan membuat batas – batas wilayah agar tidak terjadi salah paham dan tidak akan terulang kembali dikemudian hari lantaran batas lahan kebun” ungkap Lorens Luturmas.
Lorens dan Pidens bersepakat untuk berdamai dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.












