Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Guna memastikan keamanan dan keselamatan aktivitas di laut menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Satuan Polair Polres Kepulauan Tanimbar menggelar sosialisasi mitigasi bahaya bahan peledak (bom ikan) serta antisipasi cuaca ekstrem.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Personel BKO Ditpolairud Polda Maluku pada Jumat, (05/03/26) siang ini, dipimpin langsung oleh PS. Kasat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar, Ipda SIMON NUSMESE, S.H., dengan menyasar para kelompok Nelayan binaan di dua titik vital di Wilayah Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sekira Pukul 14.00 WIT sosialisasi dilakukan kepada para Nelayan di Kompleks Pasar Ikan Ngriemase, Saumlaki. Petugas menekankan risiko fatal penggunaan bom ikan baik bagi ekosistem laut maupun keselamatan jiwa nelayan itu sendiri.
Selanjutnya pada Pukul 15.00 WIT, Tim bergeser menuju ke Pasar Omele, Desa Sifnana untuk memberikan edukasi serupa sekaligus mengingatkan kepada para kelompok Nelayan agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri.
Dalam keterangannya usai memimpin kegiatan, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Ps. Kasat Polair Ipda SIMON NUSMESE, S.H., memberikan tanggapan serius terkait rangkaian sosialisasi mitigasi bahaya bahan peledak dan antisipasi cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa keselamatan Nelayan adalah prioritas utama, terutama memasuki arus kesibukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Kami tidak akan menoleransi penggunaan bahan peledak atau bom ikan dalam bentuk apapun. Selain merusak ekosistem laut, tindakan ini adalah tindak pidana berat yang membahayakan nyawa pelakunya” tegasnya.
Lebih lanjut, Ipda SIMON NUSMESE, S.H., menyoroti tentang tantangan cuaca yang sering tidak menentu. Beliau menghimbau kepada seluruh elemen Masyarakat khususnya para kelompok Nelayan binaan yang baru terbentuk ini agar dapat menjadi pelopor keselamatan di laut. Jangan memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan.
Melalui pendekatan persuasif di dua lokasi tersebut, Satuan Polair berhasil membentuk Kelompok Nelayan Binaan yang berkomitmen menjaga kelestarian laut. Ipda SIMON pun mengapresiasi respon positif dari para Nelayan yang kini lebih sadar akan pentingnya legalitas dan keselamatan dalam bekerja.
“Kesadaran yang tumbuh hari ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan perikanan di Kepulauan Tanimbar” imbuhnya.












