Beranda Berita Polres Tim SAR Gabungan lakukan evakuasi korban laka laut Desa Karatat yang hilang...

Tim SAR Gabungan lakukan evakuasi korban laka laut Desa Karatat yang hilang sejak 9 Februari

9
0
BAGIKAN

Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Upaya pencarian terhadap korban kecelakaan laut asal Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar IMAM KALEAN, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perkebunan Taptabil, Desa Watmasa, pada Kamis (12/02) pagi sekira pukul 09.00 WIT.

Korban pertama kali ditemukan oleh dua orang Warga Desa Watmasa, yaitu Saudara NECU MASELA (53) dan Saudara OSCAR MASELA (21). Saat menemukan korban, keduanya hendak pergi berkebun. Para saksi menemukan jenazah tergeletak di area perkebunan yang berbatasan dengan garis pantai.

Melihat temuan tersebut, para Saksi pun dengan segera melaporkannya kepada pihak Pemerintah Desa Watmasa dan juga kepada Tim SAR Gabungan yang memang tengah bersiaga di lokasi pencarian korban IMAM KALEAN.

Tim SAR Gabungan kemudian bersama Warga langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Pada pukul 09.30 WIT, jenazah korban dibawa dan diamankan sementara di Balai Desa Watmasa guna dilakukan pemulasaraan awal sembari menunggu kedatangan pihak Keluarga.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polair Ipda SIMON NUSMESE, S.H., yang memimpin langsung Tim SAR Gabungan ini, dalam keterangannya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Keluarga korban. Beliau juga mengapresiasi sinergitas antara Warga dan Tim Gabungan dalam proses pencarian.

“Saat ini, korban telah diserahkan kepada pihak Keluarga yang tiba dari Desa Karatat pada pukul 10.45 WIT. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga kuat merupakan korban kecelakaan laut yang terseret arus hingga ke daratan perkebunan Taptabil” ungkapnya.

Dengan ditemukannya jenazah korban, Ipda SIMON mengungkapkan bahwa operasi pencarian secara resmi dihentikan. Beliau pun  mengimbau kepada seluruh Masyarakat khsususnya Nelayan dan pengguna transportasi laut untuk selalu memantau Prakiraan Cuaca BMKG dan melengkapi diri dengan alat keselamatan (life jacket) sebelum melaut, mengingat cuaca yang sulit diprediksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.