Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, Kapolsek Wertamrian Ipda H. Silalahi,S.Tr.K* didampingi oleh, Kanit Intel Aipda G. Romroma, Kanit Binmas Bripka Denny Leatemia dan Bhabinkantibmas Tumbur Bripka J. F. Titariu melaksanakan kegiatan Tamtoran ma tatanuk ni ngamone yang artinya “mari duduk kita bercerita tentang kebaikan” bersama-sama dengan Komunitas Nelayan Desa Tumbur RT 02/ RW 1, Kec. Wertamrian, Kab. Kepulauan Tanimbar, Jumat (30/12).
Dalam Pelaksanaan Kegiatan Tamtoran ma tatanuk ni ngamone (mari duduk kita bercerita tentang kebaikan), Kapolsek Wertamrian Ipda H. Silalahi,S.Tr.K menyampaikan kepada Warga yang berprofesi sebagai Nelayan untuk dapat menyampaikan setiap permasalahan terkait profesi yang digeluti ataupun membutuhkan bantuan pihak Kepolisian agar dapat ditindak lanjuti.
“Bagaimana teman-teman, adakah permasalahan atau kendala apa yang dihadapi ketika melakukan aktitifas sebagai Nelayan ?”. tanya Kapolsek Wertamrian kepada Komunitas yang hadir.
Menanggapi apa yang ditanyakan Kapolsek Wertamrian, beberapa peserta dari komunitas Nelayan yang hadir, menyampaikan beberapa hal yang dianggap menjadi kendala sebagai seorang Nelayan untuk menafkahi keluarganya. Hal yang yang dikeluhkan kepada Kapolsek dalam kesempatan ini yaitu permasalahan bantuan alat oleh Pemerintah Desa yang diminta oleh Komunitas Nelayan ini.
“Agar Bapak Kapolsek beserta Pak Babhin membantu meyampaikan ke Pemerintah Desa Untuk dapat memberi bantuan Berupa mesin ketinting, Kompresor, Alat Selam Alat pancing dll” Ujar Yosep Luri selaku Ketua Kelompok Nelayan.
Bahkan Selain itu, Permohonan permintaan Bantuan alat ke Pemerintah Desa sudah 3 kali diajukan melalui Proposal, namun Pihak Pemerintah Desa belum Menanggapi Proposal yang diajukan oleh pihak Komunitas Nelayan tersebut.
“Bahwa sudah 3 kali kami ajukan Proposal dan telah disampaikan ke pihak Pemerintah Desa namun bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Desa terhadap Nelayan tidak tepat pada sasaran yakni kami yang berprofesi sebagai Nelayan”, Kata Modestus Takandare.
Menjawab keluhan Para Nelayan, Kapolsek Menjawab “Saya akan memerintahkan Bhabinkantibmas untuk berkordinasi dengan Pemerintah Desa Tumbur kemudian melakukan Pengawasan terkait usulan Proposal dan pemberian bantuan Kepada warga yang berprofesi sebagai nelayan” Ujarnya.
Kemudian hal yang dikeluhkan oleh Komunitas Nelayan ini kepada Kapolsek Wertamrian yakni terkait dengan kelangkaan BBM bagi para nelayan yang mana SPBU sudah tidak lagi Menerima Pembelian dengan menggunakan Gen.
“Terkait BBM untuk nelayan, akan kami tindak lanjuti dengan mengundang instansi terkait dalam hal ini Dinas Perikanan Kab. Kepulauan Tanimbar, Pemilik SPBU Saumlaki dan Pemilik SPBN Saumlaki” tegas Kapolsek Wertamrian.
Tak hanya itu ketua RT 02 RW 1 Dominggus Rangkoli meyampaikan sebagai Nelayan,pihaknya akan bersedia membantu Pihak Keamanan yakni Polsek Wertamriam untuk menjaga situasi Kamtibmas, dan memperhatikan cuaca yg buruk ahkir-akhir Ini pada saat akan melaut.
“Saya selaku Kapolsek Wertamrian ingin berterima kasih kepada para warga komunitas Nelayan yang hadir dan telah mendengar kemudian mematuhi himbauan bhabinkantibmas untuk memperhatikan Cuaca saat akan melaut” ungkapnya.
Tak hanya itu Ps. Kanit Binmas Bripka Denny Leatemia menambahkan bahwa “untuk masalah BBM kepada Nelayan, Kapolres Kepulauan Tanimbar telah Berkordinasi dengan pihak terkait untuk membicarakan hal tersebut, dan akan disampaikan ke para Bhabinkantibmas agar mensosialisasikan mekanisme cara meperoleh BBM dari SBN” ujarnya.
Setelah berdialog bersama dan menerima masukan maupun kritikan dari para nelayan yang hadir, Kapolsek juga turut menyalurkan bantuan berupa Beras Cinta Kasih dari Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 15 Kg dan memberikan sedikit santunan kepada para Komunitas Nelayan di Desa Tumbur yang hadir.
Kegiatan yang diselenggarakan ini mendapat apresiasi, antusias serta sambutan hangat dan positif dari para nelayan yang hadir, mereka sangat berterima kasih atas kepedulian dan keterbukaan seorang pimpinan Polri di wilayah ini yang turun langsung merendah bersama dengan mereka dan bercerita mendengarkan keluh kesah mereka.












