Merespon laporan Warga, Polres Kepulauan Tanimbar evakuasi Warga Desa Bomaki yang meninggal tertimpa pohon

Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Jajaran Polres Kepulauan Tanimbar bersama Polsek Tanimbar Selatan (Tansel) merespons laporan Masyarakat terkait peristiwa kecelakaan kerja yang mengakibatkan salah satu warga Desa Bomaki meninggal dunia akibat tertimpa pohon di lokasi hutan petuanan Desa Latdalam.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu OLOFIANUS BATLAYERI dalam keterangannya membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut dan menyatakan bahwa Personel gabungan dari Polres Kepulauan Tanimbar dan Polsek Tanimbar Selatan langsung diterjunkan begitu menerima laporan dari Warga.

“Begitu menerima informasi mengenai adanya Warga Desa Bomaki yang tertimpa pohon di kawasan hutan Latdalam, Personel di lapangan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan TKP” ujar Kasi Humas.

Lebih lanjut, Iptu OLOFIANUS BATLAYERI menjelaskan bahwa pihak Kepolisian telah melakukan tindakan penanganan awal sesuai prosedur, termasuk meminta keterangan dari para saksi yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) Polisi di lapangan, kecelakaan kerja ini terjadi pada Rabu (04/11/26) sekitar pukul 17.30 WIT. Peristiwa bermula ketika korban bersama dua saksi baru saja selesai menyensor kayu Lenggua di lahan Tasik Petuanan, Desa Latdalam.

Saat berjalan pulang, korban berinisiatif menebang pohon jenis Weman menggunakan mesin sensor dengan tujuan agar robohannya dapat menjatuhkan kayu Lenggua yang masih tersangkut di dahan lain.

Namun, tumbangnya pohon Weman tersebut memicu efek domino hingga merobohkan pohon-pohon lain di sekitarnya. Saat mencoba menyelamatkan diri, korban sempat berhenti sejenak untuk memastikan arah jatuhnya kayu sebelum akhirnya tertimpa pohon lain yang ikut roboh di jalur evakuasi.

Kedua Saksi yang berada di lokasi pun dengan segera melakukan evakuasi mandiri dengan mengangkat batang pohon yang menimpa korban. Meski berhasil dikeluarkan, korban yang sempat lemas akhirnya meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Proses evakuasi korban dari lokasi kejadian menuju rumah duka berjalan dengan pengawalan ketat oleh Personel Kepolisian sejak, Kamis (05/11/26) dini hari. Sekira Pukul 01.49 WIT, Korban berhasil dievakuasi dari dalam hutan menuju jalan utama menggunakan satu unit mobil truk.

Kedua saksi kemudian meminta pertolongan warga sekitar untuk membawa jenazah ke camp, sebelum akhirnya meminjam truk warga Desa Latdalam untuk mengevakuasi korban menuju rumah duka di Desa Bomaki.

Pasca evakuasi, Personel Sat Reskrim segera melakukan koordinasi dengan pihak Keluarga korban terkait pengurusan administrasi dan pembuatan Surat Pernyataan Penolakan Visum/ Otopsi, mengingat pihak Keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah murni.

Di akhir keterangannya, Kasi Humas memberikan imbauan kepada Masyarakat agar lebih lagi berhati-hati saat bekerja. selalu utamakan keselamatan, dan memperhatikan faktor lingkungan sekitar sebelum menebang pohon demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses