Tingkatkan kesadaran hukum sejak dini, Polsek Wermaktian gelar program “Polisi Mengajar” di SMAN 13 Kepulauan Tanimbar

Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Guna menyukseskan program unggulan Kapolda Maluku, Personel Polsek Wermaktian melaksanakan kegiatan inovatif bertajuk “Polisi Mengajar” yang bertempat di SMA Negeri 13 di Desa Kamatubun, Kecamatan Wermaktian.

Kegiatan yang berlangsung edukatif pada, Selasa (15/09/26) ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Wermaktian, Aipda ALOISIUS SAIKMAT yang bertindak sebagai pembawa materi utama di hadapan puluhan Siswa-Siswi Sekolah tersebut.

Pada kesempatan kali ini di hadapan para Siswa dan Siswi, materi yang diangkat berfokus pada Pendidikan Lalu Lintas. Aipda ALOISIUS SAIKMAT memaparkan secara komprehensif mengenai pentingnya membangun budaya tertib di jalan raya sejak usia remaja.

Pembahasan materi tersebut meliputi:

  • Pengertian & Urgensi: Memahami esensi disiplin berkendara serta alasan krusial mengapa keselamatan harus menjadi prioritas utama.
  • Penerapan Disiplin 4 Pilar:
    1. Disiplin Kelengkapan Administrasi (Kepemilikan SIM dan STNK).
    2. Disiplin Perilaku Berkendara (Mematuhi rambu-rambu dan etika di jalan).
    3. Disiplin Kelengkapan Kendaraan (Penggunaan spion, plat nomor, dan helm standar).
    4. Disiplin Kelayakan Kendaraan (Kondisi ban, rem, dan lampu yang berfungsi baik).
  • Faktor Pengaruh & Evaluasi: Mengupas faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kedisiplinan serta poin-poin penting yang wajib diperhatikan oleh setiap pengendara.

Sementara itu secara terpisah, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Plh. Kapolsek Wermaktian Ipda P. NIFANNGILJAU menyatakan bahwa program “Polisi Mengajar” ini merupakan bentuk kedekatan Polri dengan dunia pendidikan sekaligus langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.

“Kami sengaja menyasar generasi muda, khususnya pelajar di SMAN 13 ini, agar Mereka memahami bahwa disiplin lalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi tilang, melainkan demi menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga menambahkan dan menaruh harapan besar agar para siswa dapat mengemban peran sebagai agen perubahan sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas. Langkah kecil yang dimulai dari kedisiplinan diri sendiri dan lingkungan keluarga ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif di tengah Masyarakat luas, sehingga dapat menekan angka pelanggaran hingga kecelakaan.

Suasana sosialisasi berjalan sangat dinamis dan interaktif. Terjadi komunikasi dua arah yang aktif melalui sesi tanya jawab, di mana para siswa dengan antusias berkonsultasi mengenai aturan hukum berkendara. Melalui kegiatan ini, para siswa SMAN 13 terbukti mampu memahami dengan baik seluruh materi yang diberikan dan berkomitmen untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan Mereka.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses