Beranda Berita Polres Kapolres Tanimbar bersama Dandim 1507/Saumlaki hadiri Mediasi Permasalahan konflik batas desa Sangliat...

Kapolres Tanimbar bersama Dandim 1507/Saumlaki hadiri Mediasi Permasalahan konflik batas desa Sangliat Krawain dan desa Sangliat Dol dikantor Bupati

4
0
BAGIKAN

Tribratanews.polrestanimbar.com – Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, Kapolres Tanimbar hadiri kegiatan Mediasi Konflik Sosial akibat permasalahan batas desa antara desa Sangliat Krawain dan desa Sangliat Dol yang digelar di ruang rapat lantai 3 kantor Bupati Kepulauan Tanimbar. Kamis (04/08).

Mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini, dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar Daniel E. Indey, S.Sos., M.Si., didampingi Kapolres Tanimbar, Dandim 1507/Saumlaki dan Kepala Badan Kesbangpol serta dihadiri oleh para Piminan OPD terkait dilingkup Pemda, Camat Wertamrian, tokoh agama, kepala desa berserta perangkat dan tokoh adat dari kedua desa demi membahas dan mencari solusi Penyelesaian terkait Permasalahan batas desa pada lokasi Angornitabun yang menjadi pemicu konflik antara desa Sangliat Krawain dengan desa Sangliat Dol pada Rabu (03/08) kemarin.

Kapolres Tanimbar yang hadir dalam kegiatan dalam kesempatan sambutannya menyampaikan beberapa hal yakni, pentingnya Komunikasi demi mencegah terjadinya Permasalahan dan juga menekankan tentang masalah minuman keras yang juga merupakan faktor utama pemicu konflik serta menyampaikan, penegakan hukum tidak serta-merta dilakukan oleh aparat penegak hukum dan bila permalasahan tersebut masih dilakukan melalui pendekatan, terhadap apa yang telah dirusak akibat konflik ini, harus diganti kepada korban Pengrusakan.

Terhadap masukan usul saran dan laporan yang diterima serta dibahas dalam forum ini, kegiatan Mediasi yang dilakukan dapat memperoleh titik terang berupa kesepakatan oleh kedua desa diantaranya, permasalahan yang terjadi antara desa Sangliat Krawain dan Desa Sangliat Dol akan diatur secara kekeluargaan antara kedua desa, kegiatan Pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk sementara dilakukan Penangguhan sambil menunggu kesepakatan kedua desa dan terhadap ganti rugi kerusakan yang diakibatkan oleh konflik yang terjadi, akan diputuskan saat duduk bersama oleh kedua desa.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar.